Spread the love

Belajar Merendahkan Hati

Oleh : Paulus Setyo Pramono, M.Pd.K.

Bacaan Alkitab :  Kejadian 29-30

Tuhan mendidik manusia dengan banyak cara. Mulai dari teguran sampai hukuman sebagai pendisiplinan. Acap kali kita mengeraskan hati atas teguran Tuhan. Akibatnya Tuhan memberikan hukuman untuk menghancurkan kekerasan hati umat-Nya. Apapun cara yang dipakai Tuhan, semuanya itu bertujuan untuk kebaikan kita agar umat-Nya dapat menjadi wadah Allah untuk mewujudkan berbagai karya-Nya yang agung di muka bumi ini. Akibat ketamakan dan ambisi Yakub, ia harus mengalami penderitaan yang panjang. Bayangkan jarak dari Betel ke Bersyeba sekitar 100 KM jarak ini bisa ditempuh satu malam dengan seekor unta yang dapat berlari cepat. Sedangkan dari Bersyeba ke Haran membutuhkan perjalanan 5.340 Km. Jadi berapa banyak yang harus dilalui oleh Yakub?

Keadilan Membuat Damai

Pada akhirnya pelarian yang panjang menemukan perhentiannya, yaitu rumah Laban. Walaupun disambut dengan baik oleh laban, namun Yakub tidak bisa makan dan tidur gratis tanpa melakukan apapun untuk bertahan hidup. Yakub mencoba bekerja pada pamannya dengan merawat ternak Laban. Yakub mendapat hasil dan keuntungan dari ternak Laban untuk memperistri Rahel, Yakub harus membayar 14 Tahun bekerja pada pamannya. Dalam perkawinan Yakub dengan Lea dan Rahel terjadi ketidakadilan. Rahel lebih dikasihi oleh Yakub sedangkan Lea tidak sama sekali. Namun Tuhan tidak tinggal diam, Ia menegakkan keadilan-Nya atas keluarga Yakub.

Kesabaran Membuahkan Hasil

Tuhan memberkati kandungan Lea dan memberikan banyak anak kepada Yakub. Tetapi Rahel hanya dikaruniai dua orang anak. Inilah sifat dan watak manusia berdosa yang penuh dengan kedegilan hati dan ketidakadilan. Marilah belajar dari Lea yang rendah hati dan bersabar menerima ketidakadilan yang diterima dari suaminya. Kalau kita mau mensyukuri segala kondisi, apakah itu baik atau buruk? maka kita akan mendapatkan kedamaian hati. Masalah berkat adalah urusan Tuhan. Tetapi kita harus mempercayai bahwa dalam kondisi apapun Allah dapat mencurahkan berkat-Nya asalkan kita mau merendahkan hati dan bersabar.