Spread the love

Bersyukurlah Atas Segalanya

Oleh : Dr. Rianto, M.M., M.Pd.K.

Bacaan Alkitab : Kejadian 30:25-43

Saat kita ditanya siapakah yang mengendalikan hidup kita? Apa jawaban yang kita berikan? Apakah kekuasaan, harta, akal budi, ilmu pengetahuan, gadget, teknologi, dan lainnya? Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa Tuhan adalah pengendali hidupnya. Jika pernyataan itu benar, seberapa besar rasa syukur kita kepada Allah? Dalam kisah ini, kita melihat bahwa Laban adalah seorang yang tidak tahu bersyukur kepada Allah. Ia bukan hanya berhitung soal untung rugi, tetapi juga manipulatif. Selama ini ia telah memanipulasi dan melakukan pemerasan terhadap Yakub. Lagi pula Laban berupaya menahan Yakub berada dibawah kekuasaannya selama mungkin. Sebab Laban menyadari bahwa sejak kehadiran Yakub berada di rumahnya kekayaannya semakin bertambah dan berlipat ganda. Tetapi apa imbalan atau upah yang diterima Yakub selama ini? Yakub sama sekali tidak memiliki kekayaan harta benda dan satu-satunya yang dimiliki adalah kedua istri dan anak-anaknya.

Bersyukur Mendatangkan Berkat

Memang ironis saat kita melihat kehidupan Yakub puluhan tahun bekerja dirumah Laban berujung pada kesia-siaan. Mungkinkah ini penyebab utama yang memicu Yakub berniat pulang ke rumah orangtuanya? Namun, Allah tidak buta, Ia selalu memelihara umat-Nya. Hal itu tampak saat Laban mencoba menahan Yakub dengan berbagai cara tetapi gagal. Kesempatan itu dipakai Yakub untuk mengumpulkan harta kekayaan sebagai modal yang akan ia pakai sebelum pulang ke tanah kelahirannya. Allah memang sudah mengatur semuanya jadi kita tidak usah takut akan apa yang terjadi esok.

Hidup Penuh Rasa Syukur

Awalnya Yakub mengira strategi kawin silan gyang diterapkannya merupakan hasil dari kecerdasannya tetapi bukan itu karena Allah yang sudah mengatur. Padahal semuanya itu adalah perlindungan dan cara pemeliharaan Allah atas Yakub saat ia bernazar kepada Allah di Betel. Disini terlihat bahwa keberhasilan seseorang bukan hanya terletak pada kerja kerasnya, tetapi Allah yang menjadi sumber berkat dan segalanya. Kadang hidup kita juga seperti Yakub. Namun kita tak perlu kecewa, belajarlah bersyukur dan percayalah bahwa Allah peduli atas kesusahan umat-Nya. Ia mampu mengubah air mata menjadi permata dan kebahagiaan.