Spread the love

Kejujuran Membawa Kesuksesan

Oleh Dr. Rianto, M.M., M.Pd.K.

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 5:1-11

Kehidupan dalam dunia ini penuh dengan misteri dan sering tidak terduga, berbagai peristiwa dan kejadian silih berganti. Ada kalanya kabar baik, tetapi ada kalanya pula berita buruk. Tiada seorangpun yang dapat menjamin bahwa kehidupan akan selalu berjalan mulus atau sesuai keinginannya. Hal yang sama juga berlaku bagi jemaat perdana, mereka juga tidak dapat memprediksi apakah kebersamaan dan persekutuan orang percaya dalam komunitas tubuh Kristus dapat berjalan langgeng atau tidak. Meskipun ada beberapa orang yang memberikan persembahan, namun tidak ada seorangpun yang tahu isi hati orang, apakah ia memberikan dengan tulus atau terpaksa. Hanya Allah sendirilah yang mengetahuinya.

Hidup Itu Butuh Kejujuran

Satu hal yang dapat dipuji dari jemaat perdana adalah kerukunan, keharmonisan, dan kepedulian diantara mereka dalam kebersamaan. Bahkan ada beberapa orang yang mau menjual harta bendanya demi cintanya kepada Kristus, misalnya Yusuf, namun tanpa diduga terjadi insiden mengerikan menimpa komunitas mereka yaitu murka Allah. Salah satu anggota mereka terkena murka Allah dan harus meninggal ditempat kejadian perkara. Mereka adalah Ananias dan Safira, pasangan suami istri ini telah dihasut oleh si jahat untuk merusak persekutuan tersebut.

Kejujuran Membuat Hidup Tenang

Mereka bernazar ingin mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah untuk Tuhan demi pelayanan. Sayangnya mereka menahan sebagian hasil penjualan itum namun berlaku seolah mempersembahkan semuanya. Memang tidak diketahui pasti apa motivasi mereka dalam melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Yang pasti mereka mendustai Allah, ketika seseorang menjadi bagian dari tubuh Kristus, secara otomatis hidupnya selalu dalam bayang-bayang bahaya. Si jahat akan berupaya untuk menjatuhkan dan menghancurkan iman serta kehidupannya. Cara mengatasinya adalah hidup jujur dihadapan Allah setiap waktu. Dengan begitu kita tidak memberikan ruang bagi si jahat hadir dalam pikiran, hati, dan perbuatan kita.