Spread the love

Ketaatan

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 5:26-42

Oleh : Ester Muriya, M.Pd.K.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “taat” dimaknai sebagai kepatuhan, kesetiaan dan kesalehan. Memang harus diakui bahwa untuk mencapai suatu tujuan seseorang membutuhkan ketaatan. Bahkan perusahaan, organisasi, atau yayasan membutuhkan kesetiaan para pendiri, pengurus, dan staf agar tujuan yang inin dicapai dapat teraih. Kita dipanggil Kristus untuk menjadi saksi-Nya di dunia. Untuk menjadi saksi Kristus yang baik dibutuhkan komitmen dan ketaatan terhadap perintah Allah. Istilah “taat” dalam perikop ini berkaitan dengan berpegang pada kebenaran Allah. Saat para rasul ditangkap dan diadili, mereka memiliki patokan hidup yang jelas, yaitu berdiri teguh pada kebenaran Allah. Hal itulah yang membuat mereka memilih untuk mentaati Allah daripda manusia. Disini kita dapat melihat ketaatan kepada Allah telah menjadi komitmen rasul. Walau nyawa mereka menjadi taruhannya, mereka akan dibunuh. Ancaman itu tidak mematahkan tekad dan semangat mereka untuk melanjutkan pewartaan tentang injil Kristus.

Sukses Karena Taat

Dalam ketaatan para rasul, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihi-Nya. Allah memakai Gamaliel membujuk anggota Mahkamah Agama untuk mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh putusan mereka. Dalam argumennya, Gamaliel menjelaskan bahwa suatu gerakan yang berasal dari manusia cepat atau lambat akan lenyap. Tetapi, jika apa yang dilakukan para rasul Yesus berasal dari Allah, maka siapapun tidak mampu mematikan api pergerakan itu. Sering kali dalam melaksanakan tugas pemberitaan Injil, kita suka meragukan penyertaan Allah, apalagi ketika berhadapan dengan ancaman. Mungkin saja kita memilih taat kepada manusia dengan cara bungkam sebagai bentuk kompromi. Satu hal yang perlu diketahui dan diingat adalah orang yang taat dan setia akan memperoleh keselamatan hidup. Tetapi, orang yang cari aman dan berkhianat akan binasa.