Spread the love

Menanti Berarti Membenahi

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 1 : 15-16

Oleh : Paulus Setyo Pramono, M.Pd.K.

Dalam perikop yang kita baca kemarin, disebutkan bahwa para murid bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Ketekunan dan kesehatian dalam doa merupakan sikap iman yang nyata dalam aktivitas hidup orang beriman. Demikianlah cara para murid menantikan penggenapan janji Allah melalui Kristus, yaitu janji turunnya Roh Kudus. Sikap iman para murid Yesus disebabkan oleh kuasa kebangkitan Kristus disaksikan dengan mata kepala mereka sendiri. Jika ditambah dengan ketekunan dan kesehatian dalam doa dan persekutuan, maka akan muncullah energi dan kesadaran baru. Kesadaran itu membuka sebuah fakta perlunya pembenahan pribadi maupun kelompok.

Mengantisipasi Dengan Pembenahan

Tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak terduga pada kemudian hari. Tentu saja pembenahan itu tidak untuk kepentingan seseorang atau kelompok tertentu, melainkan untuk kehidupan bersama mana semua orang percaya telah terserap dalam satu komunitas yaitu tubuh Kristus.Petrus kemudian berdiri di hadapan seratus dua puluh orang dan berbicara kepada mereka tentang fakta sesungguhnya yang telah terjadi dalam kehidupan Yudas sebagai penggenapan Kitab Suci. Walaupun Yudas sudah meninggal, tetapi angka dua belas harus menjadi bilangan para murid Yesus. Akhirnya terpilihlah Matias, seorang yang sejak awal telah mengikuti Yesus sampai kenaikan Yesus ke surga.

Pembaruan Dan Pembenahan

Pembaruan dan pembenahan sangatlah penting, tujuannya adalah untuk mengevaluasi berbagai hal yang telah dikerjakan secara bersama-sama menganalisis kendala yang ada di lapangan mencari solusi terbaik agar pelayanan pemberitaan Injil semakin efektif. Untuk itu, perlu waktu bagi mereka berdoa bersama meminta petunjuk dari Allah. Keterbukaan untuk memohon petunjuk Allah patut kita jadikan teladan. Sebab pelayanan memang bukan milik pribadi, melainkan milik Allah semata. Sehingga kehendak Allah sungguh harus menjadi yang utama.