Spread the love

Menunggu Waktu Yang Baik

Oleh : Tabita Todingbua, M.Div

Bacaan Alkitab : Amsal 2 : 4- 8

Kisah pencobaan berakhir dengan kemenangan telak Yesus terhadap iblis, atas tiga pencobaan, Yesus tidak pernah tergoda untuk mengiyakan cobaan iblis yang menyentuh hasrat diri manusia. Yesus teguh pada pendirian-Nya. Dia tidak goyah Dia bergeming karena itulah iblis mundur. Namun alasan iblis mundur bukanlah karena dia merasa kalah, bukan pula klarena tahu bahwa pendirian Yesus tak mungkin goyah. Lukas mencatat ” Sesudah iblis mengakhiri semua pencobaan itu ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik”. Menarik untuk disimak, iblis merasa saatnya tidak tepat, ini cuma soal waktu. Oleh karena itu iblis menunggu waktu yang baik. Lukas tampaknya memperlihatkan iblis sebagai pribadi yang sabar. Buktinya dia mau menunggu, dia tidak tergesa – gesa, tidak grasah-grusuh. Namun itu tidak berarti iblis berpaham alon-alon asal kelakon. Dia punya rencana yang matang.

Menunggu Agar Lebih Matang

Menunggu waktu yang baik tidak berarti termangu, diam, dan berpeluk tangan. Tidak, menunggu waktu yang baik berarti tetap waspada, penuh konsentrasi, dan tidak lengah. Waktu baik pertama adalah ketika sesorang berhasil menguasai hal yang sedang dicapainya. Dan contoh yang lain adalah Sebuah perusahaan atau lembaga sedang mentargetkan sesuatu dan berhasil dengan baik. Itulah artinya menunggu agar lebih matang. Namun hal itu haruslah kita berserah kepada Tuhan Yesus yang selalu memberikan kita segala talenta dan kasihnya sehingga kita dapat memiliki semuanya. Jangan takkabur karena apa yang kita peroleh bukanlah hasil dari kemampuan kita akan tetapi dari hasil pemberian Tuhan Yesus Kristus. Para penulis injil menyatakan bahwa motivasi terbaik adalah dengan menyertakan Tuhan Yesus sebagai pondasi utama kita.