Spread the love

The Right Man On The Right Time

Bacaan Alkitab :Kisah Para Rasul 5 : 1 – 35
Oleh : Dr. Sutoyo, M.Pd.K.

Overall, Gamaiel adalah orang baik. Sejauh catatan yang ada di Alkitab, tidak ada sisi negatifnya. Maka tidaklah berlebihan kalau Gamaliel disebut The Right Man on The Right Time, orang yang tepat, secara khusus kaitannya dengan peristiwa yang melibatkan rasul-rasul Tuhan Yesus. Jadi, bisa dikatakan Gamaliel orang yang tepat pada waktu yang tepat. Ketika itu rasul-rasul menjawab pertanyaan Imam Besar tentang larangan yang sudah diberikan kepada mereka untuk tidak mengajar dalam nama Yesus. Jawaban rasul-rasul justru semakin mempertegas kebenaran tentang Yesus. Paling tidak ada dua hal dari jawaban rasul-rasul yang membuat Imam Besar dan kawan-kawan menjadi sangat marah.

Orang Yang Tepat

Pertama ketegasan rasul-rasul bahwa mereka adalah saksi tentang Yesus, sehingga mau tidak mau mereka akan terus menyaksikannya. Jelas ini merupakan bentuk perlawanan terhadap Imam Besar dan kawan-kawan yang¬† melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Bahkan rasul-rasul menegaskan kalau mereka menjadi saksi, itu artinya taat kepada Tuhan dan tidak perlu taat kepada mereka. Kedua pernyataan ” yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh”.¬† Pernyataan rasul-rasul ini adalah jawaban atas pernyataan Imam Besar “dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami”. Dengan meminjam bahasa kita, mungkin rasul-rasul hendak mengatakan, “Memang kalian yang telah membunuh Yesus”. Imam Besar dan kawan-kawan menjadi sakit hati dan bermaksud membunuh rasul-rasul.

Di Waktu Yang Tepat

Untuk bisa menjadi the right man on the right time, maka jadilah orang yang berguna dimanapun dan kapan pun. Ketika ada orang yang, kesusahan, hiburlah, tolonglah dan ada yang lemah kuatkanlah, ketika ada yang putus asa berilah penguatan akan janji-janji Tuhan. Berilah dorongan kepadanya dengan demikian banyak orang berkata “Tepat sekali kamu datang” dan kehadiran kita akan selalu mereka rindukan bukan sebaliknya orang tidak senang akan kedatangan kita karena tidak menjadi berkat atau menghibur mereka.