Spread the love

Penderitaan Pangkal Penyelamatan

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 8:1b-3

Oleh : Dr. Pujiono, M.Pd.K.

Ketika gereja dibom, dibakar, ditutup, dan izin untuk beribadah dipersulit, apakah kia akan melakukan aksi demonstrasi untuk meneriakkan ketidakadilan dan menuntut pemerintah untuk menegakkan hak asasi manusia untuk beribadah kepada Tuhannya? Bukankah Alkitab telah membuktikan bahwa penderitaan selalu hadir dalam kehidupan setiap pengikut Kristus. Kalau kenyataanya memang seperti ini, mengapa banyak orang percaya menjadi kekanak-kanakan sifatnya dalam menghadapi kenyataan yang ada seperti sekarang ini? Sejak peristiwa penganiayaan dan pembunuhan terhadap Stefanus, mereka yang melawan Kristus mendapat pengesahan dari para tua-tua dan tokoh agama Yahudi untuk menindas, menganiaya, dan membunuh para pengikut Yesus Kristus. Tujuannya adalah agar penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus tidak semakin tersebar luas dan posisi Israel sebagai bangsa pilihan semakin kukuh.

Penderitaan Menjadi Pembelajaran

Sesungguhnya predikat bangsa pilihan Allah buka lagi menjadi penentu keselamatan seseorang. Hanya melalui Kristuslah penyelamatan Allah kepada dunia diperbarui. Disini kita melihat bahwa tolok ukur keselamatan Allah tidak lagi pada status kebangsaan seseorang, melainkan pada keimanan seseorang terhadap karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Meskipun dalam sepanjang sejarah gereja kita melihat betapa banyak orang Kristen yang mengalami pengainayaan dan penderitaan atas nama Yesus, namun Allah memakai kondisi itu untuk menumbuhkan dan menguatkan iman anak-anak-Nya . Ibarat paku yang dipalu, semakin sering dipukul semakin kuatlah paku itu menancap. Penganiayaan juga dipakai Allah sebagai sarana pewartaan Injil Kerajaan Allah tersebar sampai ke ujung bumi. Karena itu, gereja tidak boleh menunjukkan sifat kekanak-kanakan. Ketika kita mengalami penderitaan, ingatlah bahwa hal itu merupakan keuntungan bagi setiap orang percaya yang setia kepada Allah. Percayalah bahwa janji Allah akan kehidupan abadi akan menjadi milik kita secara konkret.