Spread the love

PENGANTAR PRODI PAK

Selamat bergabung di Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas. Prodi PAK STT Diakonos Banyumas terakreditasi BAN-PT dengan SK. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No 097/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013. Sejak berdirinya pada tanggal 21 Oktober 2002, Prodi PAK STT Diakonos telah menunjukkan perhatian dan kontribusi konkret bagi pengembangan pendidikan Kristen baik di sekolah (Pelajaran PAK) maupun di gereja (Sekolah Minggu) di wilayah Eks karesidenen Banyumas dan sekitarnya, juga di beberapa daerah di Indonesia melalui pelayanan para alumni.

Visi Prodi PAK

Menjadi Program Studi Pendidikan Agama Kristen yang menghasilkan lulusan yang profesional, alkitabiah, dan berkarakter Kristus.

Misi Prodi PAK

1.Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang berbasis Alkitab, bermutu, inovatif, dan kreatif di bidang Pendidikan Agama Kristen.

2.Melaksanakan penelitian untuk pengembangan ilmu Pendidikan Agama Kristen yang alkitabiah dan relevan dengan kebutuhan gereja dan masyarakat yang majemuk.

3.Melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat yang relevan dengan kebutuhan gereja dan masyarakat majemuk.

4.Melaksanakan pembinaan etika, karakter, spiritual secara alkitabiah, komprehensif, dan berkesinambungan

Tujuan Prodi PAK

a.Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademis, profesional, dan spiritual berbasis Alkitab dan berdaya saing di bidang Pendidikan Agama Kristen.

b.Menghasilkan karya ilmiah di bidang Pendidikan Agama Kristen yang bermanfaat bagi gereja, sekolah, dan masyarakat.

c.Mengembangkan ilmu Pendidikan Agama Kristen yang terintegrasi dengan wawasan teologi yang bersifat interdenominasi dan relevan dengan perkembangan zaman.

d.Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat dalam pemberdayaan potensi gereja dan masyarakat, menumbuhkan partisipasi aktif, dan peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan gereja dan masyarakat.

e.Menghasilkan tenaga pendidik Agama Kristen yang profesional, berwawasan interdenominasi, alkitabiah, dan berkarakter Kristus

Pencapaian sasaran sebagai berikut:

A. Menghasilkan lulusan yang memiliki ciri sebagai berikut:

1.Memiliki wawasan teologis yang alkitabiah dan kontekstual.

2.Memiliki wawasan interdenominasi.

3.Memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

4.Memiliki cara hidup yang dapat menjadi teladan baik di lingkungan gereja, sekolah, dan masyarakat dengan kehidupan yang berkarakter Kristus.

5.Memiliki kemampuan dalam bidang penelitian untuk mengembangkan ilmu pendidikan agama Kristen.

B.Menghasilkan penelitian untuk mengembangkan ilmu PAK minimal 1 tahun menghasilkan 1 penelitian.

C.Menghasilkan 150 lulusan sampai pada 2017.

D.Terciptanya masyarakat akademis yang menjunjung tinggi kebebasan mimbar akademis.

E.Lulusan diterima sebagai pengajar PAK di lingkungan pendidikan formal, non formal, dan informal.

F.Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat minimal 2 karya pengabdian kepada masyarakat dalam satu tahun.

Strategi untuk mencapai sasaran

1.Meningkatkan kualitas pendidikan berdaya saing tinggi.

2.Mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan keterlibatan mahasiswa.

3.Meningkatkan efisiensi dan motivasi sumber daya manusia.

4.Meningkatkan pembinaan karakter secara intensif, kreatif, dan berkesinambungan dengan cara pembinaan disiplin berasrama, pemuridan, dan perwalian mahasiswa.

5.Meningkatkan dan memanfaatkan potensi kemitraan dari berbagai pihak

6.Meningkatkan prasarana dan sarana pendidikan yang berkualitas dan memadai.

7.Meningkatkan rekruitmen mahasiswa baru dengan cara mengadakan sosialisasi dan promosi penerimaan mahasiswa baru melalui peran aktif mahasiswa, alumni, dosen, dan mitra (secara khusus ke luar Pulau Jawa).

8.Meningkatkan kualitas dosen dan karyawan melalui studi lanjut, seminar, workshop, dan pelatihan sesuai dengan bidang keahliannya.

9.Mengundang pakar untuk menjadi pembicara dalam acara seminar baik dalam maupun luar negeri dengan tema-tema yang up to date.

10.Mengembangkan kurikulum secara terintegrasi, dengan meninjau kurikulum secara berkala minimal dua tahun sekali.