Spread the love

Positif Terhadap Kritik Negatif

Bacaan ALkitab : Kisah Para Rasul 6 : 1-7

Oleh : Dr. Pujiono, M.Pd.K.

Apabila sebuah komunitas dapat bertumbuh, maka hal itu mendatangkan sukacita, baik secara kuantitas maupun kualitas. Namun, semakin berkembang sebuah komunitas berarti pula semakin banyak permasalahan dan semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul. Karena itu, sikap yang tepat dalam merespon sebuah kritik menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan. Gereja mula-mula juga tidak luput dari masalah, yakni pelayanan terhadap janda-janda orang Yahudi yang berbahasa YUnani terabaikan. Mereka merasa diabaikan dan diperlakukan tidak adil sehingga menimbulkan sungut-sungut. Masalah tersebut sampai ke telinga kedua belas rasul. Alih-alih mengabaikannya atau bersikap reaktif, atau mencari “kambing hitam” kedua belas rasul itu mengumpulkan semua murid untuk melakukan klarifikasi, yaitu : pertama masalah yang muncul merupakan persoalan bersama dan harus diselesaikan. Kedua memberikan solusi alternatif, ketiga memohon campur tangan Tuhan atas masalah yang muncul diantara mereka.

Sikap Yang Baik Saat Dikritik

Disini para rasul menyadari bahwa kritik tersebut, tentu al itu akan menganggu pelayanan mereka dalam hal doa dan pelayanan firman. Syukurlah jemaat menerima baik usulan para rasul dengan memilih tujuh orang yang secara moral baik, berhikmat, dan dipenuhi oleh Roh Allah dalam penatalayanan. Yang lebih penting dari ketiga kriteria itu adalah memohon berkat Allah agar mereka semua dimampukan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik. Marilah kita bersikap positif saat ada kritik negatif yang diarahkan kepada kita. Sebab kritikan merupakan salah satu cara untuk menolong kita menemukan kehendak Tuhan dalam pelayanan. Kuncinya adalah dialog dan keinginan untuk mencari solusi bersama agar Allah sajalah yang dimuliakan.